![]() |
| H. Arief Rohman Di Lokasi Jembatan Jateng-Jatim Desa Medalem Blora, Jawa Tengah |
BLORA - Usai sempat terkendala izin dari
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek pembangunan
jembatan antar provinsi penghubung Kabupaten Blora (Jawa Tengah) dengan
Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur) di Sungai Bengawan Solo kini siap dilaksanakan.
Kabar itu disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup)
Blora, H. Arief Rohman, M.Si yang memastikan bahwa izin proyek tersebut sudah
keluar dari Kemen-PUPR beberapa hari lalu.
“Saya sempat cek langsung ke Kementerian PUPR
beberapa hari lalu, dan akhirnya surat izin dari Pak Menteri sudah keluar, baru
saja tanggal 25 Juni kemarin. Sehingga kini proyeknya siap dikerjakan. Kita
pastikan bahwa semuanya siap agar jembatan yang sudah puluhan tahun
dimimpi-mimpikan warga Blora wilayah Selatan ini bisa segera terwujud,” ucap
Arief Rohman.
Dirinya pun langsung terjun ke lapangan untuk
mengetahui kondisi titik lokasi pembangunan jembatan, tepatnya di Desa Medalem,
Kecamatan Kradenan, kemarin. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora
sendiri juga sudah memulai pembangunan jalan akses selebar 7 meter menuju
lokasi jembatan.
“Alhamdulillah, gayung bersambut. Saat kita tinjau
kemarin, baik dari sisi wilayah Blora maupun Bojonegoro sudah mulai dilakukan.
Sejumlah alat berat mulai melakukan pengerukan lahan untuk pembangunan
jembatan,” lanjut Wakil Bupati Arief Rohman.
“Hal ini menandakan mimpi panjang kita untuk
membuka akses warga Blora wilayah Selatan (Kradenan, Randublatung, Kedungtuban,
Jati) menuju Bojonegoro dan Ngawi yang lebih dekat bisa terwujud. Dalam waktu
dekat juga akan dilakukan peletakan batu pertama dengan Bupati Bojonegoro,
kalau tidak salah besok Rabu,” tambah Arief Rohman.
Wakil Bupati Arief Rohman yang juga mantan anggota DPRD
Jawa Tengah ini lantas mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Bojonegoro,
khususnya Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, atas kerjasamanya, sehingga Pemkab
Bojonegoro bersedia membantu 100 persen dana pembangunan jembatan ini.
“Anggarannya jembatan 100 persen dari Bojonegoro,
terimakasih banyak Ibu Anna Muawanah Bupati Bojonegoro. Sedangkan Blora dapat
tugas menyusun Detail Engineering Design (DED) perencanaannya, pembebasan lahan
dan pembangunan jalan akses jembatan,” tandas Arief Rohman.
Menurutnya, nantinya warga Blora wilayah Selatan
tidak perlu berputar puluhan kilometer ke Cepu lagi ketika ingin ke Ngawi,
Madiun, dan sekitarnya. Langsung potong kompas Menden-Ngraho. Tidak perlu pakai
perahu juga, karena hingga kini masih menggunakan perahu untuk penyeberangan
motor dan sepeda.
“Mohon doanya semoga proses pembangunan berjalan
lancar, sehingga akhir 2020 sudah bisa digunakan untuk memperlancar akses
ekonomi dan sosial di kedua wilayah, aamiin. Semangat membangun kawasan,
bersama-sama membangun Blora,” tegasnya.
Untuk fisik jembatan, menurutnya akan dibangun
dengan rangka baja yang terdiri dari lima bentang menggunakan rangka baja tipe
A. Anggaran jembatan berkisar Rp 90 miliar dari APBD Bojonegoro TA 2020, dan
dilaksanakan oleh rekanan PT. Dwi Ponggo Seto dari Ponorogo, Jawa Timur.
Sedangkan proyek pembangunan jalan akses menuju
Jembatan yang dilakukan Pemkab Blora juga mulai dikerjakan senilai Rp 8,2
miliar (APBD Blora 2020) oleh rekanan yang sama, karena dibuat satu paket
dengan jembatan.
Dirinya juga bersyukur karena tahapan proses pembangunan
jembatan ini sudah memakan waktu lama, dan akhirnya bisa dilaksanakan di tahun
2020 ini.
“Setelah dilantik sebagai Wakil Bupati di tahun 2016
lalu, kita ajak staf khusus Wapres untuk meninjau penyeberangan Bengawan Solo
di Desa Medalem. Kemudian komunikasi terus kita jalin dengan Pemkab Bojonegoro.
Alhamdulillah Bupati Bojonegoro, Ibu Anna Muawanah merespon baik, sehingga
pertengahan 2019 kemarin terjalin penandatanganan kerjasama (MoU) pembangunan
jembatan antara Blora dan Bojonegoro oleh Dinas PUPR masing-masing Kabupaten,”
pungkasnya.
Terpisah, Rasni (46th) salah satu warga Desa
Medalem, saat ditemui Minggu (28/06/2020) merasa senang karena kini pembangunan
jembatan sudah bisa dilaksanakan.
“Alhamdulillah, maturnuwun sanget kepada Pak Wakil
Bupati Arief Rohman. Sudah sangat lama masyarakat sini mengharapkan ada
jembatan. Selama ini berputar jauh ke Cepu jika ingin ke Ngraho, Ngawi dan
sekitarnya. Kalau kemarau bisa naik perahu nyebrang, kalau pas banjir ya muter
ke Cepu jauh,” ucap Rasni yang kini membuka usaha warung makanan di sekitar
lokasi proyek jembatan itu. (ADY/Red).


0 Komentar